Komitmen Universitas Diponegoro untuk menjadi kampus berkelanjutan tidak hanya hadir pada tataran konsep, tetapi tampak nyata melalui fasilitas transportasi rendah karbon yang tersedia bagi seluruh civitas akademika. Salah satunya adalah PitKu, atau Sepeda Kampus UNDIP, yang berada di bawah pengelolaan Bagian Kerumahtanggaan dan Direktorat Aset dan Perancangan. Berlokasi di area Gedung SA-MWA, PitKu menjadi pilihan transportasi ramah lingkungan yang sekaligus mendukung pergerakan civitas dari satu titik ke titik lain tanpa menghasilkan polusi.
Sebagai universitas besar dengan mobilitas mahasiswa dan tenaga pendidik yang tinggi, penyediaan kendaraan nol emisi bukan sekadar fasilitas tambahan. PitKu merupakan bagian dari upaya sistematis kampus untuk menurunkan jejak karbon, memperluas ruang gerak ramah lingkungan, dan memperkuat posisi UNDIP dalam pemeringkatan kampus berkelanjutan. Program ini selaras dengan semangat Zero Emission Vehicle, yaitu menciptakan pola mobilitas harian yang tidak menambah beban emisi dan tetap aksesibel bagi semua pengguna.
Fasilitas yang Dapat Digunakan Seluruh Civitas Akademika
PitKu bersifat inklusif. Setiap mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dapat menggunakannya tanpa biaya dan tanpa prosedur rumit. Pengguna cukup datang ke pos satpam SA-MWA, meninggalkan KTM, lalu melakukan pencatatan peminjaman. Sistem ini dirancang agar peminjaman sepeda dapat berjalan cepat dan efisien.
Dalam wawancara internal bersama Direktorat Aset dan Perancangan, manajer bagian kerumahtanggaan menegaskan bahwa PitKu bukan sekadar fasilitas transportasi, tetapi sarana penyediaan akses hijau yang menekankan prinsip “mudah, aman, dan ramah lingkungan”. PitKu juga diposisikan sebagai alat edukasi bahwa kampus dapat bergerak tanpa harus menambah beban polusi dan konsumsi energi fosil.
Jalur Sepeda dan Infrastruktur yang Terus Berkembang
Salah satu dukungan penting terhadap fasilitas PitKu adalah keberadaan jalur sepeda yang ditandai dengan marka berwarna kuning di beberapa titik kampus. Namun seperti disebutkan oleh banyak mahasiswa, jalur tersebut belum menjangkau seluruh kawasan UNDIP. Area Fakultas Ekonomi memiliki jalur yang cukup jelas, tetapi jalur menuju Psikologi, RSND, serta beberapa perlintasan kampus masih minim marka dan belum sepenuhnya ramah pesepeda.
Aset tidak hanya mengelola sepeda sebagai barang, tetapi juga berkaitan dengan strategi pengembangan rute, koordinasi antarunit, serta perencanaan jangka panjang yang melibatkan tata ruang. Peta jalur sepeda kampus sudah disusun, namun penyempurnaan implementasinya masih terus dilakukan agar mobilitas ramah lingkungan dapat dirasakan secara menyeluruh.
Dimensi Kesehatan, Pengalaman Pengguna, dan Nilai Edukatif
Bagi sebagian mahasiswa, aktivitas bersepeda di kampus bukan hanya alat transportasi, tetapi pengalaman tersendiri. Banyak yang mengaku merasakan manfaat dari bersepeda, mulai dari kebugaran fisik hingga pereda stres di tengah padatnya kegiatan akademik. PitKu memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk kembali merasakan olahraga ringan secara gratis, tanpa perlu membawa sepeda pribadi ke kampus.
Namun di sisi lain, ada pula mahasiswa yang merasa jalur sepeda di UNDIP belum ideal untuk penggunaan harian, baik karena medan yang berat maupun kondisi sepeda yang perlu ditingkatkan. Catatan-catatan seperti ini menjadi masukan penting bagi Direktorat Aset dan Perancangan dalam menyusun pengembangan PitKu ke depan.
Menuju Pembaruan Fasilitas dan Mobilitas yang Lebih Hijau
Seiring bertambahnya usia aset, beberapa unit PitKu sudah mencapai masa pakai yang cukup panjang. Karena itu, Direktorat Aset dan Perancangan tengah menyusun rencana pembaruan fasilitas agar pelayanan dapat meningkat sejalan dengan kebutuhan kampus. Perbaikan jalur sepeda, serta penataan ulang titik parkir sepeda menjadi bagian dari rancangan pengembangan.
pembaruan ini diharapkan mampu memperkuat citra UNDIP sebagai kampus rendah karbon sekaligus meningkatkan kenyamanan mahasiswa dalam beraktivitas. PitKu bukan hanya sepeda, ia adalah simbol transisi UNDIP menuju ekosistem kampus yang lebih berkelanjutan, sehat, dan ramah lingkungan.